Rabu, 03 Mei 2023

Jan Ken Pon!

Jan Ken Pon (Bahasa Jepang) atau yang biasa kita sebut sebagai batu gunting
kertas berasal dari Dinasti Han di Tiongkok. Pada awalnya permainan ini disebut
shoushiling yang berarti 'tiga orang yang takut satu sama lain'.


Kemudian.....

Pada tahun 1700-an, orang Jepang pertama kali diperkenalkan dengan shoushiling. Masyarakat Jepang menyebutnya sebagai janken seperti yang dikenal saat ini. Dalam versi sejarah Jepang, Di Jepang, janken sering digunakan untuk menyelesaikan perselisihan atau membantu membuat keputusan penting dalam dunia bisnis, politik, dan teknologi.

 

Dalam sejarah, permainan ini dianggap permainan yang mahal, kenapa?

Pada tahun 2005 seseorang yang bernama Takashi Hashiyama berhasil melelang koleksi seninya yang kemudian pada saat itu terdapat 2 orang yang memperebutkan lelang tersebut, uniknya 2 orang tersebut menggunakan batu-gunting-kertas sebagai penentunya.


Di Indonesia sendiri tidak jarang juga melihat anak-anak hingga orang dewasa memainkan permainan ini, entah di desa maupun kota.
 

Namun permainan ini sudah mulai jarang diminati oleh orang-orang, mereka lebih memilih menggunakan gadget nya untuk bermain atau dengan komputer yang mereka miliki.

 
Di beberapa tempat seperti di daerah pelosok negri yang jauh dari kota permainan ini masih dimainkan oleh anak-anak maupun remaja disana


Sekian dari saya Terimakasih

~Rudy Chrisdianto~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konfigurasi Jaringan

KONFIGURASI JARINGAN - Kata pengantar Informatika    merupakan ilmu yang baik mempelajari terkait penggunaan komputer untuk mengatur dan men...